Home » 8 Masalah Malam Pertama Berbahaya Jika Tidak Dipahami Pengantin Baru

8 Masalah Malam Pertama Berbahaya Jika Tidak Dipahami Pengantin Baru

masalah malam pertama pengantin baru

Buat kamu calon pengantin baru, berikut ini beberapa masalah malam pertama yang harus diperhatikan. Dengan memahaminya, semoga malam pertamamu berjalan menenangkan dan menyenangkan.

1. Tidak Harus Intercourse Di Malam Pertama

Naluri seksual setiap orang tentu berbeda-beda. Ada wanita yang langsung merasa cocok dan bergairah di pertemuan pertama, tetapi ada juga wanita yang takut dan waswas melakukan jimak untuk pertama kalinya. Hal itu wajar saja, karena itu adalah pengalaman pertama untuk mereka.

Seorang suami harus bersabar dan melihat kondisi istri. Jika memang belum siap, interaksi seksual yang menjurus kepada jimak tidak harus dilakukan di malam pertama. Berjimak di malam pertama bukanlah hal yang wajib.

Yang paling penting di pertemuan pertama tersebut adalah membangun keakraban, keterbukaan dan romantisme.

Perbanyak foreplay / bermesraan

Aktivitas seperti berciuman, berpelukan, saling menyentuh dan meraba adalah aktivitas yang bisa mengeratkan hubungan emosional dan menjalin kedekatan.

Habiskan waktu untuk melakukan pemanasan, jika sang istri sudah bergairah dan sudah bisa menikmati aktivitas pemanasan tersebut, barulah bisa dilanjutkan ke tahap yang lebih “berat”.

2. Jangan Ragu Jika Memang Sudah Siap

Ketika kedekatan mulai terjalin, ketika aktivitas bermesraan sudah bisa diterima dan dinikmati kedua belah pihak, ketika jantung berdebar kencang, ketika gairah seksual sudah terlihat di wajah masing-masing, dan ketika alat kelamin masing-masing sudah basah, maka saat itu sudah bisa meluapkan gairah seksual tersebut dengan berjimak (intercourse).

3. Jika “Tidak ada Darah” di Malam Pertama

Banyak orang menganggap bahwa pendarahan akibat robeknya selaput dara di malam pertama merupakan tanda mutlak bahwa wanita tersebut masih perawan.

Saking pentingnya darah di malam pertama ini, ada suami yang langsung menceraikan istrinya dikarenakan tidak ada darah di malam pertamanya. Benar-benar sesuatu yang sangat menyedihkan.

Jangan berprasangka buruk

Anggapan tentang “darah” ini bisa sangat membebani.

Hal ini membuat banyak istri khawatir bila tidak mengeluarkan darah di malam pertama. Juga membuat para suami curiga ketika tidak ada darah di malam pertama.

Faktanya, tidak semua wanita perawan akan berdarah di malam pertamanya.

Salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh seorang suami adalah: jangan pernah berprasangka buruk kepada istri. Berprasangka buruk tanpa alasan yang benar itu termasuk dosa besar. Allah berfirman yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak berprasangka (curiga), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Sukakah kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Qur’an, surat Al-Hujurat: 12)

Jika tidak ada darah di malam pertama, dahulukan prasangka yang baik kepada istri. Berikut ini dua kemungkinan ketika tidak ada darah di malam pertama:

Pertama, Ketika wanita mendapatkan rangsangan seksual yang cukup lama, semua organ reproduksinya menjadi lentur, sehingga selaput tidak robek ketika melakukan hubungan seksual. Bahkan, mungkin selaput dara istri akan tetap utuh sampai menjelang melahirkan.

Kedua, Selaput dara, atau lapisan tipis yang menutupi lubang vagina bisa robek dengan  beragam cara, dan mungkin bisa sudah robek sebelum menikah.

Lapisan ini bisa robek dikarenakan sakit yang parah, terjatuh, sering melakukan loncatan, menunggang kuda, bersepeda, atau olah raga lainnya.

Seharusnya, ada dan tidak adanya darah di malam pertama tidak lagi menjadi masalah besar yang memunculkan kecurigaan yang berlebihan.

4. Jangan Panik Jika Ada Darah di Malam Pertama

Beberapa wanita memang tidak mengalami pendarahan sama sekali, tetapi beberapa wanita lain mengalami pendarahan, bahkan pendarahan yang banyak.

Masalah darah di malam pertama ini benar-benar tidak bisa diprediksi, karena setiap wanita memiliki struktur dan ketebalan selaput dara yang berbeda-beda. Jika darah keluar terlalu banyak, maka jangan dipaksakan melanjutkan intercourse karena khawatir menyakiti sang istri.

5. Jika Istri Takut Sakit di Malam Pertama

Banyak wanita takut menghadapi malam pertama karena membayangkan betapa sakitnya ketika penis pasangannya masuk ke dalam vagina. Ketakutan ini biasanya diperparah dengan adanya cerita dari orang-orang yang mengalami sakit di malam pertama mereka.

Betul memang ketika pendarahan dan robeknya selaput dara akan mengakibatkan rasa sakit. Namun ini pun kasuistik, artinya, tidak setiap yang mengalami pendarahan dan robek selaput daranya akan merasakan sakit yang hebat.

Rasa sakit itu biasanya terjadi karena organ seksual istri belum terangsang secara sempurna, sehingga cairan pelumas (mazi) belum keluar. Sakit atau tidaknya proses penetrasi sebagian besar terletak pada seberapa banyak cairan pelumas yang dihasilkan ketika pemanasan dan seberapa lentur hymen (selaput dara) sang istri saat berjimak. Bila vagina belum lentur dan belum licin, maka akan timbul rasa sakit ketika dipenetrasi.

Ketika sang istri menerima rangsangan seksual yang cukup lama dari suami, maka akan keluar cairan pelumas alami dari vagina. Selain itu, ketika sang istri terangsang, aliran darahnya akan mengalir dengan cepat. Hal ini menyebabkan seluruh pembuluh darahnya melebar, termasuk pembuluh darah pada bagian vagina. Pelebaran pembuluh darah inilah yang berperan penting dalam proses pelenturan vagina dan selaput dara.

Tugas suami untuk menciptakan ketenangan

Di sinilah peran suami sangat dibutuhkan.

Melakukan Foreplayatau pemanasan yang cukup adalah metode paling bagus untuk membuat seks pertama (tentu seks berikutnya juga) tidak menyakitkan.

Buatlah istri merasa tenang dan nyaman, karena rasa takut dan tegang itu bisa mengakibatkan tidak terangsangnya organ-organ seksual, sehingga gairah seksual tidak tumbuh dan cairan-cairan pelumas alami tidak keluar.

6. Merobek Selaput Dara Bukan Ukuran Keberhasilan

Ada anggapan bahwa malam pertama disebut berhasil jika suami bisa merobek selaput dara istri dan membuat vaginanya mengeluarkan darah. Tentu ini anggapan yang keliru. Jika ini diyakini, tentu sang suami akan kecewa, tidak percaya diri dan merasa dirinya gagal ketika di malam pertama tidak bisa membuat istrinya berdarah.

Seperti dijelaskan di poin sebelumnya, pendarahan pada malam pertama tidak harus terjadi, dan memang tidak selalu terjadi. Ketika tidak terjadi pendarahan, bukan berarti malam pertama tersebut gagal.

Terlepas apakah di malam itu sang istri berdarah atau tidak, malam pertama bisa dikatakan berhasil ketika sang suami bisa membuat istrinya merasa nyaman dan aman, terlebih lagi jika bisa memberikan kenikmatan seksual di malam pertama tersebut.

7. Suami Tidak mampu berhubungan intim di malam pertama

Ketika suami tidak berhasil menyobek selaput dara pada malam pertama, maka bukan berarti kalau Anda lemah atau tidak mampu.

Rasa malu dan gugup bisa membuat seseorang tidak stabil sehingga gairah seksual tidak bisa muncul dengan menggebu ketika melakukan aktivitas seksual.

Hal ini wajar saja karena ini adalah pengalaman pertama.

8. Malam Pertama Tidak Seindah Harapan

Jangan terlalu khawatir jika malam pertama tidak berjalan sebagaimana yang kita bayangkan. Pada kenyataannya, malam pertama memang banyak yang tidak sesuai seperti yang dibayangkan. Misalnya:

  • Sang suami tidak puas dengan dirinya sendiri karena mengalami ejakulasi dini. Belum apa-apa sudah “keluar”. Padahal di malam pertama ini dia ingin terlihat “jantan”.
  • Sang istri yang kecewa dengan dirinya sendiri yang tidak berani mengekspresikan kenikmatan yang dia rasakan.
  • Sang suami yang tidak puas dengan istrinya yang sangat pemalu dan pendiam sehingga tidak berekspresi apapun ketika dirangsang.
  • Istri yang kecewa karena di malam pertamanya dia merasakan sakit yang luar biasa.
  • Suami yang kecewa karena sang istri belum mau berhubungan seksual.
  • Istri yang kecewa karena suaminya terlalu pemalu untuk memulai percumbuan.
Malam pertama adalah bagian dari proses belajar, bukan penentu keberhasilan

Kedua belah pihak, baik suami ataupun istri haruslah memahami bahwa malam pertama bukanlah malam penentuan berhasil atau tidaknya kehidupan seks mereka. Malam pertama adalah permulaan dari proses pembelajaran dan pengenalan yang panjang yang akan dijalani selama pernikahan.

Jangan merasa rendah diri jika di malam pertama ini tidak bisa menjadi sosok yang sempurna. Juga jangan menunjukkan kekecewaan yang berlebihan ketika pasangan tidak bersikap seideal seperti yang kita harapkan.

Dengan menanamkan sikap pembelajar, diharapkan pasangan pengantin baru ini bisa memahami satu sama lain. Mencari tahu kekurangan diri untuk diperbaiki dan menghargai kekurangan pasangan untuk bersama-sama diperbaiki.

Semoga sukses. Salam harmonis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *