Pertanyaan:

Saya ingin tahu, apakah kita dilarang untuk melakukan hubungan intim (jima’) pada malam tertentu di bulan hijriyah? Sebagai penghormatan kepada bulan. Misalnya- Saya pernah mendengar bahwa tidak diperbolehkan berjima (hubungan intim) pada malam dimana bulan baru muncul (bulan baru). Apakah ada larangan di malam lain selain malam tersebut?

Jawaban:

Alhamdulillah, segala Puji hanyalah untuk Allah Ta’ala.
Apa yang anda dengar tentang tidak diperbolehkannya berjima ketika melihat bulan baru muncul di awal bulan hijriyah adalah tidak benar, dan kami tidak mengetahui adanya hadits shahih yang berhubungan dengan hal tersebut.

Diperbolehkan bagi pasangan suami istri berhubungan intim kapanpun, kecuali ketika salah satu dari mereka sedang melaksanakan ihram untuk Haji atau Umroh; atau ketika sedang berpuasa, akan tetapi tetap di perbolehkan di malam harinya; juga diharamkan/dilarang untuk berhubungan intim ketika sang istri menstruasi (haid) atau nifas (pendarahan setelah melahirkan).

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats, berbuat Fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.
[al-Baqarah 2:197]

Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya):

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
[al-Baqarah 2:187]

Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya):

mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
[al-Baqarah 2:222]

Allahu A’lam-Allah Maha Mengetahui Yang Paling Benar.

Sumber: diterjemahkan dari Syaikh Shalih al Munajjid  http://islamqa.info/en