posisi khusus untuk mendapatkan keturunan lakiPertanyaan:

Saya seorang suami berusia 45 tahun, tinggi badan sekitar 175 cm dengan berat badan 90 kilogram. Istri saya sekarang berusia 34 tahun, sementara tinggi badannya sekitar 160 cm dengan berat badan 55 kilogram. Setelah menikah selama enam tahun, kami sudah dikarunia tiga orang anak. Semuanya perempuan. Jujur dok, saya sangat merindukan anak lelaki.

Pertanyaannya, teknik bercinta seperti apa yang bisa membuat janin yang saya buahi itu kelak menjadi anak laki-laki? Terlepas dari pertanyaan tersebut, dengan berat badan yang saya miliki sekarang, teknik bercinta yang seperti apa yang paling mengasyikkan? Oh ya, bila akan mencapai puncak, kaki saya kadang suka kejang, mengapa hal itu bisa terjadi? Dan, bagaimana sih mengatasinya?

Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih,
Bpk MH – Batu Ceper, Jakarta Barat

Jawaban:

Teknik bercinta—apa pun gayanya—tidak tidak bisa menentukan jenis kelamin bayi. Yang menentukan justru jenis sperma Bapak yang saat itu paling dominan. Jika sperma X maka akan membuahkan anak perempuan, dan jika sperma Y maka akan menghasilkan anak laki-laki.

Memang ada mitos menarik bahwa bila ketika bersenggama, sperma si pria keluar lebih dulu maka kalau terjadi sampai pembuahan dalam rahim, maka yang akan keluar adalah bayi perempuan. Sebaliknya, kalau si wanita orgasme duluan maka jabang bayi nanti adalah laki-laki. Namun tentang hal ini, sejauh ini belum ada bukti-bukti ilmiahnya.

Sebaiknya jangan gusar. Nikmatilah kegiatan senggama Anda agar masing-masing pasangan merasakan kepuasan. Tentang apakah senggama tersebut akan menghasilkan anak laki-laki atau perempuan, harus diterima dengan ucapan syukur. Sebab, anak adalah karunia Tuhan. Anak laki-laki atau perempuan sama saja, yang penting sehat.

Teknik bercinta yang paling banyak disukai dan menyenangkan perempuan (apalagi dengan kondisi badan pria yang besar) adalah jika ia berada di atas (female superior). Selain penis bisa merangsang G-spot istri secara langsung, berat tubuh Anda tidak perlu menekan tubuh isteri, sehingga istri tidak kelelahan.
Kaki kejang setelah orgasme merupakan hal yang normal saja. Pada saat ejakulasi atau orgasme terjadi, kontraksi pada otot-otot tungkai menimbulkan rasa ‘sakit’ seperti kejang. Untuk meredakannya, segeralah bersikap rileks dan santai dengan membaringkan tubuh secara nyaman dalam posisi telentang di atas tempat tidur.

Sumber : Suara Karya – Kumpulan Konsultasi SEX Dengan Dokter Boyke
Gambar: http://www.sxc.hu/photo