kaffarat berhubungan intim bersetubuh ketika haidBismillah…

Hukum berhubungan intim ketika istri sedang haid atau nifas adalah haram dan termasuk dosa besar menurut mayoritas ulama. Bagaimana jika seseorang terlanjur menyetubuhi istrinya yang sedang haid atau nifas dengan sengaja? Berikut ini beberapa jawabannya:

APAKAH HARUS MEMBAYAR KAFFARAT (DENDA) ?

Para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Namun, dalam masalah ini ada hadits yang bisa menuntaskan perbedaan pendapat ini, yaitu hadits Ibnu Abbas dia berkata:

أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي يَأْتِي امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ أَنْ يَتَصَدَّقَ بِدِينَارٍ أَوْ نِصْفِ دِينَارٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh orang yang mendatangi isterinya dalam keadaan haid untuk bersedekah dengan satu dinar atau setengahnya.” (HR. Ahmad no. 2015 dan Abu Daud no. 230)

Bagi yang melemahkan riwayat ini -seperti Asy-Syaikh Muqbil- ya -seperti Asy-Syaikh Al-Albani- maka dia akan berpendapat adanya kaffarat bagi yang melanggar, dan bemaka tentunya akan berpendapat bahwa tidak ada kaffarat bagi yang melanggar. Sementara bagi yang menshahihkannsarnya sesuai dengan yang tersebut dalam hadits.

Dan sementara ini kami lebih condong kepada pendapat yang menyatakan shahihnya hadits ini, wallahu a’lam. Karenanya kami menyatakan bahwa orang yang melanggar larangan ini wajib untuk membayar kaffarat.

KAFFARAT DENGAN BERSEDEKAH ANTARA 1 ATAU 2 DINAR.

Kaffaratnya adalah bersedekah, yang mana besarnya bisa dipilih antara 1 dinar atau setengah dinar (satu dinar setara dengan 4,25 gram emas). Ini merupakan pendapat Imam Ahmad dan yang dikuatkan oleh Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin.

APAKAH KAFFARAT HANYA DIBAYAR LELAKI (SUAMI) ATAU JUGA WANITA?

A. Jika si wanita dipaksa dan tidak punya pilihan lain maka dia tidak berdosa dan juga tidak membayar kaffarat.
B. Jika si wanita tidak dipaksa tapi menurut begitu saja maka dia juga wajib membayar kaffarat bersama sang lelaki. Dimana masing-masing mereka membayar 1 dinar atau setengah dinar.

Ini merpakan pendapat yang dikuatkan oleh Imam Ibnu Qudamah dan Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin -rahimahumallah-.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.

Sumber: http://al-atsariyyah.com/antara-haid-dan-lelaki.html
Gambar: http://www.sxc.hu