Pertanyaan:

Mau tanya ustdz, cairan ketuban, itu najis atau tidak ya ustad?

Dari: Nugraha, FK UGM

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertanyaan ini pernah disampaikan kepada Dr. Abdul Hay Yusuf, Prof. bidang Tsaqafah Islamiyah di Universitas Al-Khorthom, Sudan.

Apakah air yang keluar keluar dari wanita ketika melahirkan itu najis?

Beliau menjawab: Air ketuban digolongkan oleh para ulama termasuk najis, yang wajib dibersihkan apabila mengenai badan atau pakaian. Karena air ini sama dengan darah nifas. Sama dari sisi sebab dan tempat keluarnya.

Allahu a’lam

Sumber: http://www.meshkat.net/content/25707

Di kesempatan yang lain, beliau juga ditanya tantang air ketuban yang ada di sekitar janin. Apakah statusnya najis?

Beliau menjawab: “Yang dipegangi dalam madzhab Malikiyah, bahwa air di sekitar janin, yang mereka sebut dengan Al-Hadi, statusnya najis, dan wajib dibersihkan. Baik keluar bersamaan dengan darah maupun tidak.

Sumber: http://www.meshkat.net/content/25986

Keterangan ulama Malikiyah yang dimaksud di atas, disebutkan dalam Mukhtashar Khalil – salah satu kitab referensi madzhab Malikiyah.

Penulis Mukhtashar Khalil menyebutkan,

“Wajib wudhu disebabkan keluarnya ketuban (hadi).”

Kemudian dalam As-Syarh Al-Kabir, Ad-Dirdir menjelaskan,

“(Wajib wudhu disebabkan keluarnya ketuban), yaitu cairan bening yang keluar mendekati kelahiran. Karena cairan ini kedudukannya sebagaimana kencing.” (As-Syarh Al-Kabir, 1/175).

Hanya saja, sebagian Malikiyah menilai bahwa cairan ini tidak najis. Ini adalah pendapat Ibnu Rusyd – penulis Bidayatul Mujtahid –. Namun yang kuat dan yang dipegangi dalam madzhab Maliki, cairan ini najis sebagaimana kencing. (As-Syarh Al-Kabir, 1/175)

Konsekuensi dari hukum ini:

  1. Keluarnya ketuban, tidak menghalangi untuk shalat atau puasa, karena tidak termasuk nifas
  2. Ketuban hukumnya najis, sehingga wajib dicuci jika hendak shalat.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Sumber: www.konsultasisyariah.com