apakah penyakit peyronie mengganggu hubungan seksualBismillah.

Artikel mengenai penyakit peyronie ini saya kutip dari rubrik kesehatan konsultasisyariah.com

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Dokter

Ada seorang ikhwan yang berusia 18an tahun, tapi dia menderita penyakit Peyronie. Apakah penyebab penyakit ini dan bagaimana cara menanggulanginya Dokter?
Lalu apakah ini juga akan mempengaruhi hubungan suami istri dokter??

Syukron atas jawabannya

Wassalamu’alaikum.

Dari: Ikhwan

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih kami haturkan atas pertanyaan yang Saudara berikan.

Penyakit Peyronie adalah kondisi dimana terbentuk suatu jaringan (plak) fibrotik, menyerupai jaringan parut luka, pada bagian selubung dalam organ genital pria. Penyebab penyakit ini masih belum begitu jelas. Sebagian ahli menghubungkannya dengan cedera pada organ genital yang menyebabkan darah mengumpul pada jaringan ikat bagian dalam organ genital tersebut dan mengeras menjadi plak, dan sebagian ahli lain, -merujuk pada data yang ada- menyatakan bahwa penyakit ini bersifat diwariskan melalui gen tertentu dalam keluarga. Peyronie dapat terjadi pada pria muda, dewasa, maupun usia lanjut.

gambar kondisi penyakit peyroniePenyakit Peyronie paling sering ditandai dengan rasa nyeri pada saat ereksi, dan bentuk anatomis organ genital yang melengkung (kurvatura) akibat adanya plak fibrotik tersebut. Penyakit ini sebagian besarnya cenderung memburuk seiring berjalannya waktu, sehingga pada intensitas sedang sampai berat, dapat mengganggu fungsi seksualitas pria dan hubungan suami istri.

Pada banyak kondisi, penyakit ini bisa membaik dengan sendirinya, dimana rasa nyeri menghilang dan proses pembentukan plak berhenti. Fungsi seksual pria pun tidak mengalami gangguan. Namun terdapat juga kasus-kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Beberapa penanganan untuk Peyronie di antaranya:

– Non medis: Traksi penis, dilakukan hanya di institusi kesehatan dan ahli yang berkompeten. Berdasarkan hasil penelitian sementara, hasilnya cukup baik, terutama bagi yang gangguannya masih ringan, dengan derajat kurvatura kecil < 30 derajat.

– Medis: Terdapat beberapa pilihan terapi, obat pentoxyfilin, kombinasi kolkisin dengan vitamin E,  carnitin, maupun injeksi beberapa obat seperti verapamil atau kolagenase ke dalam plak fibrotik untuk menghentikan pertumbuhannya.

-Iontophoresis. Penggunaan teknik transfer elektrokinetik pada ion molekul obat bermuatan, menyebabkan molekul obat dapat mencapai lokasi yang diinginkan dengan lebih baik dan efek samping yang minimal. Terapi ini masih terus diteliti.

– Operasi, untuk mengambil jaringan ikat yang fibrotik dan menggantinya dengan jaringan lain, atau operasi koreksi kurvatura lainnya.

Penyakit peyronie merupakan ranah kompetensi dokter ahli di bidang urologi, sehingga kami anjurkan bagi penderita untuk berkonsultasi dengan dokter di bidang tersebut dalam ikhtiarnya mencari kesembuhan.
Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jawaban dr. Hafidz N (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)

Sumber: Artikel www.KonsultasiSyariah.com

gambar : 1. openphoto.net

2. wannuraterapi.wordpress.com