Bagaimana Sifat dan Warna Air Mani Wanita

sifat dan warna air mani wanita

Walaupun ada hadis tentang bagaimana sifat dan warna air mani wanita dan bagaimana membedakannya, namun secara nyata, kami belum pernah melihat seperti apa bagaimana air mani wanita. Hal ini karena tidak setiap wanita yang orgasme disertai pancaran cairan. Dikutip dari situs ISSM (International Society for Sexual Medicine) bahwa hanya 10-50% wanita orgasme yang mengalami ejakulasi. Jadi, sangat wajar ketika Anda tidak pernah melihat atau (jika Anda wanita) tidak pernah merasakan keluarnya air mani ketika Anda orgasme. Air yang memancar ketika wanita orgasme itu berasal dari lubang urine.

Sifat air mani wanita menurut riwayat hadis

Suatu ketika, Ummu Sulaim (ibunda Anas bin Malik) radhiallahu ‘anhum, datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dalam menjelaskan kebenaran. Apakah wanita wajib mandi jika dia mimpi basah (mengeluarkan mani)?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Ya, apabila wanita melihat air mani, maka dia wajib mandi.” (Maksudnya: jika ada mani yang keluar dan si wanita melihatnya ketika dia bangun)

Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, yang waktu itu berada di sampingnya, tertawa dan bertanya, “Apakah wanita juga mimpi basah (mengeluarkan mani)?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Iya. Dari mana anak itu bisa mirip (dengan ayah atau ibunya kalau bukan karena mani tersebut)?” (Hadis Riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Air mani wanita berbeda dengan mani laki-laki, seperti yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Mani laki-laki itu kental dan berwarna putih sedangkan mani wanita tipis/halus/encer dan berwarna kuning.” (Hadis sahih; diriwayatkan oleh Muslim, Ahmad, dan yang lainnya)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Air mani wanita, dia berwarna kuning, agak encer. Namun, terkadang warnanya bisa memutih karena kelebihan kekuatannya. Air mani wanita ini bisa ditandai dengan dua hal: pertama, aromanya seperti aroma mani laki-laki; kedua, terasa nikmat ketika keluarnya dan meredanya syahwat setelah mani keluar.” (Syarah Shahih Muslim, 3:223)

Sumber:  www.KonsultasiSyariah.com