Pertanyaan:

hukum menyusui bayi saat hamilAssalamu’alaikum Dokter.

Bagaimana hukumnya menyusui anak yang belum cukup 2 tahun saat si ibu dalam keadaan hamil? Bagaimana dengan pendapat orang tua yang mengatakan tidak boleh menyusui saat hamil karena ditakutkan anaknya cacat?

Kalau tak boleh menyusui anak tersebut lalu apa solusinya? Sementara susu formula dikatakan tidak baik untuk bayi.

Dari: Satra

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Menyusui saat sedang hamil dibolehkan berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Judamah binti Wahb al-Asadiyyah, bahwasanya Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنْ ‏ ‏الْغِيلَةِ ‏ ‏حَتَّى ذَكَرْتُ أَنَّ ‏ ‏الرُّومَ ‏ ‏وَفَارِسَ ‏ ‏يَصْنَعُونَ ذَلِكَ فَلَا يَضُرُّ أَوْلَادَهُمْ

Sungguh aku berpikir untuk melarang ghilah hingga aku melihat bahwasanya orang-orang Romawi dan Persia melakukan hal tersebut dan itu tidaklah membahayakan anak-anak mereka.” (HR. Muslim)

Makna al-ghilah disini ada ulama yang berpendapat: seorang lelaki berjima’ dengan istrinya dalam periode penyusuan anaknya; dan ada pula yang berpendapat, seorang wanita hamil menyusui anaknya yang masih kecil. Kebolehan ini juga telah difatwakan diantaranya oleh Syaikh Bin Baaz dan Syaikh Ibn Jibrin –rahimahumallah-. Namun Syaikh Ibn Jibrin mengatakan bahwa menyusui anak saat sedang hamil dilakukan jika disetujui oleh pihak suami dan istri dan yakin bahwasanya hal tersebut tidaklah membahayakan rahim atau mencegah kehamilan di masa mendatang.

Secara medis, kami belum mendapatkan adanya bukti bahwa hal tersebut dapat membahayakan bayi dan ibu. Menyusui memang memiliki efek menyebabkan kontraksi ringan pada rahim, yang tidak berbahaya pada sebagian besar wanita dengan riwayat kehamilan normal. Meski demikian, hal ini sebaiknya dikonsultasikan lagi dengan dokter kandungan jika wanita tersebut memiliki riwayat keguguran atau persalinan prematur, untuk menghindari kemungkinan terulangnya hal tersebut akibat kontraksi.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)