jima siang hari puasa perjalananPertanyaan:

Seorang laki-laki musafir dibolehkan tidak berpuasa pada bulan Ramadhan. Jika ia menyetubuhi istrinya yang sedang berpuasa, apakah ada kafarat -(tebusan)nya?

Jawaban:

Menurut saya tidak ada kafarat atasnya jika ia memang musafir yang jarak tempuhnya membolehkannya berbuka (tidak berpuasa). Karena dia dibolehkan makan di siang Ramadhan, maka dia pun dibolehkan menggauli istrinya.

Jika si istri sedang berpuasa, maka ia (istri) boleh berbuka karena hal tersebut, apalagi jika memang itu dipaksa oleh suaminya. Maka, menurut saya itu tidak berdosa dan tidak ada kafarat atasnya. Hanya Allah-lah yang mampu memberi petunjuk.

 

Syaikh Ibnu Utsaimin, Fatawa ash-Shiyam, dikumpulkan oleh Muhammad al-Musnad, hal. 41.

Sumber: Fatwa-Fatwa Terkini, Jilid 1, Darul Haq, Cetakan VI, 2009
Artikel www.konsultasisyariah.com