Pertanyaan:

Bolehkah membaca cerita erotis dengan pasangan kita, dengan tujuan untuk meningkatkan gairah dan kenikmatan masing-masing?

Jawaban:

Alhamdulillah…

Membaca cetita erotis, walaupun hanya dengan pasangan (sah) kita, mengandung banyak keburukan, termasuk hal-hal yang berikut ini:

1 – Cerita-cerita ini diperoleh baik dengan membelinya ataupun meminjamnya. Hal tersebut tidak diperbolehkan dikarenakan sama saja dengan mendukung orang-orang yang mencetaknya, mempublikasikannya, dan mendistribusikannya. Allah berfirman (yang artinya)

…dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. [al-Maa’idah 5:2].

2 – Cerita-cerita ini ditulis oleh orang-orang yang tidak bermoral dan tidak ber adab dan berakhlak baik. Kebanyakan yang menulis cerita-cerita tersebut adalah orang-orang kafir yang sama sekali tidak memperhatikan agama, moral, akhlak pada cerita yang mereka tulis. Dengan membacanya, sama saja dengan menyebarluaskan kerusakan akhlak dan keburukan moral mereka kepada orang lain, baik itu dengan disadari atau tidak.

3 – Cerita-cerita ini mengandung kebohongan dan berlebih-lebihan, dan menggambarkan kejadian-kejadian khayalan yang berakibat negative bagi masing-masing pasangan dan menyebabkan mereka merasa kurang puas dengan pasangannya sendiri.

4 – Tidak ada jaminan bahwa cerita-cerita ini tidak akan jatuh ke tangan anak-anak yang belum cukup umur yang moralnya akan rusak atau mereka akan berfikiran buruk tentang orang tua mereka. Saat ini, orangtua mungkin tidak sadar dengan hal tersebut, akan tetapi pada saatnya nanti mereka akan melihat anaknya melakukan kesalahan dimana perasaan menyesal sudah tika ada gunanya.

Dengan beberapa alasan ini, maka sama sekali tidak diperbolehkan untuk membaca cerita tersebut. Masih banyak hal yang diperboehkan, sehingga kita tidak membutuhkan sesuatu yang haram, sehingga individu dan masyarakat terlindungi dari tersebarnya keburukan dan moral yang rusak

Allah Maha Tahu apa yang terbaik.

Syaikh Shalih Al-Munajjid

http://islamqa.info/en/34489