Bolehkah memperbesar alat vital (Penis)?

Banyak iklan yang menawarkan janji untuk memperbesar alat vital, baik itu dengan mengonsumsi obat ataupun dengan terapi ramuan minyak tertentu. Bagaimana pandangan Islam mengenai memperbesar alat kelamin pria ini?

Boleh jika memang ukuran Mr. P di bawah rata-rata.

Setiap suami dituntut untuk memberikan kepuasan kepada istri dalam berhubungan seksual. Jika ukuran penis lebih kecil dari ukuran normal sehingga mempengaruhi keharmonisan keluarga, maka boleh saja menggunakan obat-obatan atau terapi yang membantu memperbesar alat vitalnya, dengan catatan, obat itu halal dan tidak memberi efek samping yang berbahaya, serta mendapat rekomendasi dari dokter ahli.

Tidak Boleh jika tujuannya untuk merasa lebih jantan.

Jika tujuan memperbesar alat kelamin tersebut hanya sebatas untuk bisa berbangga dan merasa lebih jantan, maka sebaiknya tidak dilakukan. Karena bisa jadi ini menjadi salah satu celah setan untuk menjerumuskan manusia kepada perbuatan yang haram.

(Fatwa Islam no. 101567)

Boleh, jika tanpa tindakan operasi.

Pada Fatawa Syabakah Islamiyah juga senada dengan hal ini. Ketika ditanya tentang hukum menggunakan obat untuk memperbesar penis, Tim Fatwa memberi jawaban:

Memperbaiki bentuk penis atau menambah panjang ukurannya, jika tidak dilakukan dengan tindakan operasi, namun sebatas mengkonsumsi obat-obatan, maka hukumnya boleh, kareni ini termasuk bentuk menambahkan yang tidak diiringi campur tangan manusia.

Kesimpulannya, tidak ada larangan menggunakan obat yang bisa memperindah bentuk penis atau memanjangkannya (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 63096).

Memperbesar alat vital dalam konteks yang wajar melalui herbal dan terapi alternatif tertentu, nyaris sama dengan upaya membesarkan otot-otot tubuh yang lainnya seperti otot bisep, dada, perut dan lain-lain.

Hanya boleh bagi yang sudah menikah

Bolehnya menggunakan obat pembesar penis berlaku khusus bagi yang sudah menikah. Hal ini tidak diperbolehkan bagi yang belum menikah, karena bisa menjadi sebab untuk melakukan onani atau pelanggaran syariat lainnya.

Kepuasan seksual bukan hanya tergantung pada ukuran Mr. P

Ukuran yang lebih besar memang bisa memberikan kepuasan yang lebih bila digunakan secara tepat. Tetapi itu bukan satu-satunya faktor pemuas, karena masih ada faktor lain yang harus dipenuhi yaitu bisa ereksi dengan “keras” serta bisa “tahan lama”. Walaupun tidak luar biasa besar, Mr. P dengan ukuran biasa, ereksi yang maksimal, dan ditambah dengan “tahan lama” akan tetap mampu memberikan kepuasan seksual pada istri.

Hati-hati

Berhati-hatilah, karena kekeliruan dalam memilih obat atau terapi bisa berakibat jauh lebih fatal daripada Mr. P yang kecil. Kesalahan terapi bisa menyebabkan penis yang susah ereksi, lembek dan kerusakan saraf lainnya yang akan menimbulkan penyesalan seumur hidup.

 

Disarikan dari: http://www.konsultasisyariah.com/ dan buku Tenda Salju karya Abu Umar Basyir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *