Saya seorang wanita yang sebentar lagi akan menikah, akan tetapi saya memiliki masalah; dada saya kecil. Apakah boleh menggunakan krim yang berfungsi untuk membesarkan payudara?

Jawaban:

Alhamdulillah,

Jika tujuan utama dalam membesarkan payudara supaya meningkatkan kecantikan, tidak diperbolehkan, dikarenakan merubah ciptaan Allah. Jika payudara sangat kecil sehingga menyebabkan rasa malu yang luar biasa dan menyebabkan stress, maka tidak ada salahnya untuk memperbesarnya selama tidak membahayakan anda, seperti menggunakan krim pembesar payudara.

Mengobati dengan menggunakan kirim tentu lebih ringan daripada dengan cara operasi yang mengharuskan untuk dibius atau membuka aurat jika dioperasi oleh seorang dokter laki-laki.

Syaikh utsaimin (semoga Allah merahmati beliau) ditanya tentang operasi kecantikan seperti meluruskan hidung, sedot lemak, memperkecil payudara atau memperbesarnya, dan lain sebagainya. Apakah aturan untuk cara-cara operasi seperti ini?

Syaikh Utsaimin menjawab: Mengenai ‘mempercantik’ yang anda sebutkan tadi, ada dua jenis ‘mempercantik’:

Jenis Pertama: Menghilangkan kekurangan/kesalahan/kerusakan, hal ini diperbolehkan. Seperti misalnya seseorang yang memiliki hidung yang bengkok, diperbolehkan untuk melakukan operasi untuk meluruskannya, dikarenakan ini adalah menghilngan/memperbaiki sesuatu yang rusak.

Hal yang sama jika hidung seseorang terpotong akibat kecelakaan, apakah diperbolehkan untuk menambah hidung palsu.

Hal seperti ini pernah terjadi di masa Nabi (Shallallhu alayhi wa sallam). Hidung salah satu sahabat terpotong di saat perang, dan dia menambahkan hidng dari perak, akan tetapi bahan perak ternyata menjadi kusam dan mengeluarkan bau tidak enak. Maka, Nabi (Shallallhu alayhi wa sallam) memberikan izin kepadanya untuk menggunakan emas, maka diapun melakukannya.

Oleh karena itu kita katakan: Apakah untuk mempercantik atau untuk menghilangkan cacat? Menghilangkan kecacatan adalah diperbolehkan. Hal yang sama juga diperbolehkan jika bibir belah (sumbing); diperbolehkan untuk menyatukan bibir tresut dikarenakan hal ini adalah menghilangkan cacat.

Jenis Kedua: Meningkatkan kecantikan/keindahan, inilah yang tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, Nabi (Shallallhu alayhi wa sallam) mengutuk/mencela/menyumpahi seorang wanita yang mengikir giginya dengan alasan kecantikan, seperti mengikirnya sehingga rata dan membuat celah diantara gigi-giginya (yang mungkin ketika itu dianggap indah) dengan alasan kecantikan. Rasulullah (Shallallhu alayhi wa sallam) mengutuknya, dan mengutuk para wanita yang menyambung rambutnya dan sebagainya.

Kesimpulan

Jika memperbesar atau mengecilkan payudara hanya untuk meningkatkan kecantikan/keindahan, maka tidak diperbolehkan.

Namun jika seorang wanita memiliki payudara yang kecil dan ingin memperbesarnya sehingga bisa menahan air susu yang lebih banyak, jika payudaranya terlalu kecil tidak bisa menahan air susu yang banyak dan tidak bisa memuaskan bayi yang disusuinya. Maka tidak ada salahnya jika melakukan pembesaran payudara.

 

[al-Liqa’ al-Shahri (50/8).]
Allahu Maha Tahu apa yang Paling Benar.

 

Sumber: Diterjemahkan dari http://islamqa.info/en