Bolehkah Menonton Video Porno Untuk Membangkitkan Gairah Pasutri?

Ada orang yang telah menikah lebih dari 20 tahun. Sudah menghasilkan anak 4. Seperti layaknya manusia, kualitas hubungan seksual mereka menurun. Sebenarnya meraka ingin seperti dulu lagi. Nah bolehkah mereka memacu libido seks itu dengan nonton film porno berdua: suami istri?

Trim’s
Dari: FLn

Jawaban:

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertama, nonton film porno hukumnya haram, baik bagi yang belum menikah maupun yang sudah menikah. Tidak ada pengecualian dalam hal ini. Karena, orang yang nonton film porno, dia telah melakukan zina dengn 3 inderanya: mata, perasaan, dan telinganya. Orang yang telah nonton film semacam ini wajib bertaubat kepada Allah. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَزِنَا الْعَيْنَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ النُّطْقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ

Sesungguhnya Allah menetapkan jatah dosa zina bagi anak Adam. Dia pasti mendaatkannya, tidak bisa mengelak. Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan berbicara, zina hati dengan membayangkan dan timbul gairah. Sementara kemaluan membuktikan kelanjutan zina yang sesungguhnya atau tidak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, suami istri yang nonton film porno menunjukkan betapa rendah rasa malunya dan sikap cemburunya. Bagaimana bisa seorang istri pencemburu, mengizinkan suaminya untuk menikmati aurat wanita lain, yang tidak selayaknya dia lihat. Bukankah ini potret istri yang telah hilang rasa cemburunya. Demikian pula sebaliknya, bagaimana mungkin sang suami pencemburu mengizinkan istrinya menikmati aurat lelaki lain sampai yang paling sakral? Bisa dipastikan, dia adalah suami yang telah hilang rasa cemburunya.

Jika pasangan suami istri telah hilang rasa cemburunya, apa yang bisa Anda bayangkan selanjutya? Peluang untuk terjadinya seingkuh akan sangat dominan. Karena nafsu manusia punya tabiat mencari kepuasan yang lebih. Jika saat ini dia baru mendapatkan kepuasan dengan melihat, bisa jadi akan menyeretnya untuk mendapatkan kepuasan yang lebih dengan melakukan zina yang sesungguhnya. Karena itulah, pada akhir hadis di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, “…Sementara kemaluan membuktikan kelanjutan zina yang sesungguhnya atau tidak.”

Ketiga, peringatan penting dalam masalah nikmat yang perlu kita ingat, jika seseorang telah menceburkan dirinya untuk menikmati sesuatu yang haram, bisa jadi Allah cabut kemampuan dirinya untuk menikmati yang halal.

Ketika sang suami telah menikmati aurat wanita, bisa jadi dia tidak lagi mampu menikmati kebersamaan dengan istrinya yang dihalalkan. Demikian pula, wanita yang bisa menikmati aurat lelaki yang lain, atau melihat kegagahan lelaki yang lain di ranjang, dia akan menilai kecil suaminya dan mermehkan suaminya. Sementara itu, sang suami tidak bisa memberi kepuasan kepada istri seperti halnya yang telah dia lihat. Apa yang bisa Anda bayangkan? Keharmonisan yang mereka dambakan justru menjadi bibit perpecahan yang mereka dapatkan.

Keempat, kaidah penting yang juga perlu kita catat, tidak boleh mengobati penyakit dengan sesuatu yang haram. Sebagaimana tidak boleh membersihkan benda najis dengan benda najis lainnya. Penurunan gairah seksual suami istri karena dimakan usia adalah suatu kekurangan. Namun bukan berarti Anda dihalalkan untuk mengatasinya dengan sesuatu yang haram. Karena justru itu sumber masalah yang akan mengancam keselamatan keutuhan keluarga Anda, sebagaimana keterangan di atas.

Lakukan komunikasi yang baik antar suami istri. Suami bisa mengubah dirinya untuk semakin menyayangi sang istri. Berusaha bersikap romantis, penyabar, memanjakan istrinya, perhatian terhadap istri, dengn tidak lupa memberikan fasilitas perawatan lahiriyah sang istri, yang bisa membuat rasa cintanya makin membara. Demikian pula sang istri. Dia berusaha tampil sangat menarik dengan suaminya, mengubah diri menjadi sosok yng sangat menawan hati dan perhatian suami. Semoga Allah, memudahkan keduanya untuk menjadi keluarga yang penuh rasa cinta dan kasih sayang.

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Sumber: www.KonsultasiSyariah.com