Pertanyaan:

Saya seorang muslimah, Alhamdulillah. Dan saya berkebangsaan turki. Saya sudah menikah selama 16 tahun, dan kami memiliki empat anak. Akan tetapi mengalami masalah di dalam pernikahan saya dikarenakan saya tidak menyukai berhubungan seksual dengan suami saya dan saya enggan dan malas untuk berhubungan seksual dengannya.

Kami berhubungan intim setiap dua bulan sekali. Hal ini dikarenakan saya tidak menyukai bermesraan dengan seorang laki-laki. Saya menyukai wanita dan juga menyukai tubuh wanita. Meskipun demikian, saya tidak ingin bercerai dengan suami saya dikarenakan dia sangat mencintai saya dan juga dikarenakan kami memiliki empat orang anak. Masalah ini diluar kendali saya.

Untuk mengatasi masalah ini, suami saya mulai mengenakan pakaian wanita untuk saya sebelum pergi ke tempat tidur, pada kenyataannya, pendekatan ini telah berhasil, dan saya pun menjadi tertarik dengan dia dan kami mulai bermesraan lebih dari seminggu sekali.

Suami saya tidak mengenakan pakaian ini di luar rumah; dia hanya menggunakannya di dalam rumah. Alhamdulillah, sekarang kami bahagia dan kami hidup dengan normal dan menikmati kehidupan kami

Kami tidak tahu bagaimana hukum suami saya yang memakai baju wanita untuk saya; apakah halal atau haram? Mohon berikan saya saran, semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Jawaban:

Alhamdulillah…

Sebelum kita membahas hukum dalam Islam mengenai apa yang dilakukan oleh suami anda, sangat penting bagi anda untuk mendapatkan perawatan/terapi, dikarenakan apa yang anda katakan bahwa anda menyukai wanita lain dan berhasrat terhadapnya merupakan penyakit pskikologi. Jangan ragu-ragu untuk mencari pengobatan untuk masalah kejiwaan anda, dan tidak ada pengobatan yang lebih baik daripada meningkatkan keimanan dan ketakwaan anda kepada Allah Ta’ala, dan berusaha untuk menguasai nafsu anda, sambil terus memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan, tipuan, jebakan, dan bisikannya. Tidak ada salahnya anda menemui psikolog wanita yang dapat dipercaya, baik itu keteguhan agamanya, ilmu dan pengalamannya, untuk membantu anda mengatasi masalah psikologi yang anda alami.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap suami anda, apa yang dia lakukan tidak diragukan lagi hukumnya haram dikarenakan dia menyerupai perempuan. Hal ini seperti perkataan: Obatilah saya dengan sesuatu yang membuat saya sakit.

Diceritakan di dalam hadits shahih, bahwa Nabi Muhammad –Shallallahu alaihi wasallam– mengutuk para laki-laki yang meniru perempuan, yang juga termasuk meniru dalam hal berpakaian.

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas –radiallahu ‘anhu– berkata: Rasulullah –Shallallahu alaihi wasallam– mengutuk laki-laki yang meniru perempuan dan perempuan yang meniru laki-laki. (al-Bukhaari, 5435 )

Diriwayatkan bahwa Abu Hurayrah –radiallahu ‘anhu– berkata: Rasulullah –Shallallahu alaihi wasallam– mengutuk laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki. ( diriwayatkan oleh Abu Dawud, 4098; classed as saheeh by an-Nawawi in al-Majmoo‘, 4/469, and by al-Albaani in Saheeh Abi Dawood)

Dosa ini tidak terkecualikan walaupun dilakukan di ruangan yang tertutup dan tidak dilihat oleh orang lain, dikarenakan dengan memakai pakaian wanita berarti dian telah melakukan kesalahan (dosa), walaupun dia melakukannya ketika dia sendirian.

Ulama dari Lajnah Ilmiah ditanya:

Apa pendapat anda mengenai seseorang yang memakai pakaian wanita di tempat tertutup (pribadi)?

Mereka menjawab:

Diriwayatkan di dalam hadits shahih bahwa Nabi –Shallallahu alaihi wasallam – berkata: “Semoga Allah mengutuk wanita yang meniru laki-laki dan laki-laki yang meniru wanita” di dalam versi lain: “Semoga Allah mengutuk laki-laki yang feminin dan wanita yang maskulin”

Seorang laki-laki yang memakai pakaian wanita termasuk pada larangan ini. Jadi, hal ini merupakan hal yang dilarang (haram) walaupun dilakukan di tempat yang tertutup, dikarenakan keumuman makna dari larangan tersebut

(Shaykh ‘Abd al-‘Azeez ibn Baaz, Shaykh ‘Abd al-‘Azeez Aal ash-Shaykh, Shaykh ‘Abdullah ibn Ghadyaan, Shaykh Saalih al-Fawzaan, Shaykh Bakr Abu Zayd —Fataawa al-Lajnah ad-Daa’imah, 24/94, 95 )

Yang harus anda lakukan adalah bersegera mencari pengobatan dan terapi untuk penyakit kejiwaan yang anda alami. Permintaan anda terhadap suami anda bersebrangan dengan Islam dan juga bertentangan dengan sifat alamiah manusia. Suami anda tidak diperbolehkan untuk menuruti permintaan anda. Dia harus berhenti memakai pakaian wanita.

Allhu A’lam. Allah lebih mengetahui jawaban yang terbaik.

 

Diterjemahkan dari:

Syaikh Shalih al Munajjid: Islam Q&A http://islamqa.info/en/184217