merangsang klitoris ketika haidPara ulama sepakat bahwa menyetubuhi istri ketika haid atau nifas adalah haram. (Hukum Berhubungan Intim Ketika Istri Sedang Haid dan Nifas). Adapun mengenai hukum bermesraan/bercumbu dengan wanita yang haid, maka silahkan baca Batasan Bermesraan Ketika Istri Sedang Haid

Pada pembahasan ini kita akan fokus pada hukum boleh tidaknya suami menyentuh/merangsang/mengusap/menstimulasi klitoris istri yang sedang haid sampai sang istri merasakan orgasme.

Jawabannya adalah BOLEH

Seperti yang telah disinggung pada pembahasan Batasan Bermesraan Ketika Istri Sedang Haid, tentang bermesraan pada bagian antara lutut dan pusar. Pendapat yang paling tepat adalah pendapat Aisyah, Ummu Salamah, Ummu Athiyah, Asy-Sya’bi, Mujahid, Atha’, Ikrimah, Ats-Tsauri, Ishaq, Al-Auzai,  Daud, dan merupakan mazhab Al-Malikiah, Asy-Syafi’iyah, dan pendapat Imam Ahmad, serta yang dikuatkan oleh Imam Ibnul Mundzir.

Mereka menyatakan bolehnya melakukan apa saja dengan wanita haid kecuali jima’, yakni bertemunya dua yang dikhitan. Karenanya dibolehkan bermesraan dengan wanita haid pada bagian antara lutut dan pusar (termasuk menyentuh klitoris dengan tangan) dengan syarat kedua kemaluan tidak bersentuhan.

Dan yang lebih tegas dari itu adalah hadits Anas bin Malik dimana Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda:

اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا النِّكَاحَ

“Perbuatlah segala sesuatu kecuali nikah, (yakni: Jima’.)” (HR. Muslim no. 455) .

Adapun tentang bagaimana seorang wanita yang mengalami orgasme ketika haid silahkan baca: Apa yang Harus dilakukan Ketika Orgasme di Saat Haid?

Catatan:
Walaupun hal ini dibolehkan, akan tetapi bagi yang mengkhawatirkan dirinya bisa terjatuh melakukan jima’, maka hendaknya dia tidak bermesraan dengan istrinya di masa haid. Ini berdasarkan isyarat dari ucapan Aisyah -radhiallahu anha-, “Hanya saja, siapakah di antara kalian yang mampu menahan hasratnya sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menahan.”

 

Sumber: ringkasan dari Antara Haid dan Lelaki