Boleh Menggunakan Sex Toys (Mainan Seks), tapi…

Sex toys atau alat bantu seks adalah alat yang digunakan dalam beraktivitas seksual, baik itu untuk membangkitkan gairah ataupun untuk memicu orgasme. Beberapa sex toys (mainan seks) yang umum dijual adalah: tiruan penis, tiruan vagina, dan vibrator (alat getar).

Sekarang ini, penggunaan alat bantu seks sepertinya sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan seksual masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya alat bantu seks yang dijual secara bebas dan terbuka di toko-toko online di Indonesia.

Untuk perhatian, walaupun hal itu sudah menjadi sesuatu yang biasa, tetapi dari sudut pandang Islam, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan alat bantu seks. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan alat bantu seks dan mainan seks:[1]

a) Alat tersebut tidak melukai dan tidak membahayakan tubuh, baik tubuh bagian luar ataupun bagian dalam. Jika penggunaan alat bantu seks bisa membahayakan salah satu atau kedua pasangan, maka penggunaannya adalah terlarang.

b) Tidak berasal atau mengandung bahan yang haram

c) Diperbolehkan menggunakan alat bantu untuk menstimulasi bagian luar kemaluan, seperti klitoris, dengan syarat, penggunaan alat tersebut dilakukan oleh pasangannya, misalnya oleh suami kepada istri, atau istri kepada suaminya, bukan oleh dirinya sendiri. Penggunaan alat seks untuk diri sendiri merupakan hal terlarang, dan bisa dikategorikan sebagai masturbasi atau onani.
Jika penggunaan alat ini bisa mendorong seseorang untuk menikmatinya sendirian ketika pasangannya tidak ada, maka penggunaan alat bantu ini harus dihindari.

d) Tidak diperbolehkan memasukkan dildo (tiruan penis) atau alat getar ke dalam vagina untuk membuatnya orgasme, walaupun yang melakukan hal itu adalah suaminya. Begitu juga dilarang bagi seorang pria untuk memasukkan penisnya ke dalam vagina tiruan untuk mendapatkan orgasme, walaupun yang memasukkannya dan memegang alat tersebut adalah istrinya sendiri.

e) Alat bantu seks hanya boleh dipergunakan dalam pemanasan dengan tujuan meningkatkan gairah seksual, bukan sebagai pengganti hubungan seksual itu sendiri.

f) Alat bantu seks ini jangan digunakan dalam setiap beraktivitas seksual. Jangan sampai menjadi sebuah ketergantungan, di mana tidak akan mencapai kepuasan seksual tanpa alat tersebut.

Menggunakan alat bantu seks sebetulnya bisa memberikan efek negatif pada hubungan pernikahan. Penggunaan alat ini bisa mengurangi keintiman yang didapat dari hubungan seksual yang alami. Penggunaan alat ini juga bisa membuat istri merasa bahwa suaminya tidak mampu memberikan kepuasan kepadanya, sehingga bisa mengurangi hormat kepada suaminya.

Jika memungkinkan, sebaiknya penggunaan mainan seks sama sekali dihindari.


[1] Fatwa ini berdasarkan fiqih mazhab Hanafiah, dicek dan disetujui oleh Mufti Ismail Desai, http://askimam.org/public/question_detail/34234 (diakses pada 27 Mei 2020)