Masalah Malam Pertama: Jangan Curiga Ketika Tidak Ada “Darah”.

Salah satu masalah malam pertama yang biasa dibicarakan adalah tentang darah keperawanan. Banyak orang menganggap bahwa pendarahan akibat robeknya selaput dara di malam pertama merupakan tanda mutlak bahwa wanita tersebut masih perawan. Saking pentingnya “selaput dara” ini, ada suami yang langsung menceraikan istrinya dikarenakan tidak ada darah di malam pertamanya. Benar-benar sesuatu yang sangat menyedihkan.

Anggapan tentang “darah” ini bisa sangat membebani. Hal ini membuat banyak istri khawatir bila tidak mengeluarkan darah di malam pertama. Juga membuat para suami curiga ketika tidak ada darah di malam pertama. Faktanya, tidak semua wanita perawan akan berdarah di malam pertamanya.

Salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh seorang suami adalah: jangan pernah berprasangka buruk kepada istri. Berprasangka buruk tanpa alasan yang benar adalah termasuk dosa besar. Allah berfirman yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Sukakah kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Qur’an surat Al-Hujurat: 12)

Jika tidak ada darah, jangan dulu berprasangka buruk, dahulukanlah prasangka yang baik kepada istri. Berikut ini dua kemungkinan ketika tidak ada darah di malam pertama:

Pertama, Ketika wanita mendapatkan rangsangan seksual yang cukup lama, semua organ reproduksinya menjadi lentur, sehingga selaput tidak robek ketika melakukan hubungan seksual. Bahkan, mungkin selaput dara istri akan tetap utuh sampai menjelang melahirkan.

Kedua, Selaput dara, atau lapisan tipis yang menutupi lubang vagina bisa robek dengan beragam cara, tidak hanya karena hubungan seksual. Lapisan ini bisa robek dikarenakan aliran darah haid yang banyak, sakit yang parah, terjatuh, sering melakukan loncatan, menunggang kuda, bersepeda, atau olah raga lainnya.
Seharusnya, ada dan tidak adanya darah di malam pertama tidak lagi menjadi masalah besar yang memunculkan kecurigaan yang berlebihan.