darah malam pertamaIni adalah lanjutan dari materi Menikmati Malam Pertama (Bagian 1).

Banyak wanita merasa trauma saat bercinta di malam pertama karena mereka merasakan kesakitan. Dengan demikian, mereka mengasumsikan bahwa semua gadis di malam pertama ‘pasti’ merasakan sakit saat ML. Lebih buruknya lagi, mereka memberikan informasi ini pada gadis-gadis yang hendak menikah yang menyebabkan ada rasa takut dalam menghadapi malam pertama mereka. ‘Malam Pertama Harus Sakit’ adalah salah satu mitos yang banyak dikatakan pada malam pertma. Untuk anda para pengantin baru, silahkan baca beberapa info berikut ini.

Pastikan Vagina Sudah ‘Basah’

Nyeri di daerah vagina bisa muncul saat cairan lubrikasi (madzi) tidak keluar. Cairan lubrikasi pada wanita hanya akan keluar jika ia merasa terangsang, tapi jika ia sedang stres atau tegang, cairan itu tidak akan keluar.

Perbedaan sakit atau tidak itu terletak pada seberapa banyak cairan lubrikasi yang dihasilkan dan seberapa tegang hymen (selaput dara) wanita tersebut saat bersenggama.

ketika seorang wanita terangsang, aliran darahnya akan mengalir dengan cepat dan lancar. Hal ini menyebabkan seluruh pembuluh darahnya melebar, termasuk pembuluh darah pada bagian vagina. Pelebaran inilah yang menentukan tegang atau tidaknya selaput dara.

Bagi Anda para pengantin baru yang belum mengenal betul satu sama lain, cobalah untuk berkomunikasi terlebih dulu. Bangun rasa nyaman dan kepercayaan diri masing-masing. Bagi pria, jangan sungkan untuk memuji dan merayu sang istri karena ini akan membuat istri merasa nyaman. Setelah itu, lakukan foreplay (pemanasan) yang cukup, bisa 20 – 30 menit bahkan lebih sampai istri merasa nyaman dan ‘basah’.

Lakukan Dengan Tepat dan Perlahan-lahan

Sakit saat berhubungan seksual juga bisa dikurangi jika pria tidak terburu-buru melakukan penetrasi. Atur posisi dengan baik, lebih baik lagi jika wanita yang mengarahkan. Jika pria terlalu bergairah melakukan penetrasi sedangkan wanita belum siap, maka dari sanalah timbulnya rasa sakit dan bisa terjadi pendarahan karena robeknya selaput dara

Tidak Ada Darah?

Rasa sakit yang dialami wanita saat bercinta di malam pertama ini biasanya juga diiringi dengan keluarnya darah.

Namun yang harus diketahui, robeknya selaput dara tidak harus mengeluarkan darah. Selaput dara yang robek tidak selamanya ditandai dengan pendarahan. Kalau selama penetrasi wanita merasa rileks, terangsang dan cairan lubrikasinya keluar maka tidak akan terjadi pendarahan. Selaput dara yang tidak tegang akan dengan mudah dimasuki penis tanpa mengeluarkan darah.

Justru yang bagus itu malam pertama tidak sakit dan tidak berdarah. Wanita bisa saja tidak berdarah saat terjadi penetrasi dan selaput daranya robek. Jika tidak berdarah, artinya si pria sudah bisa merangsang wanita dengan baik.

Yang lebih menghawatirkan adalah tersebarnya mitos “darah perawan”. Artinya, istri dianggap masih perawan bila saat berhubungan seks pertama kali, mengeluarkan darah dari vagina. Bila tidak mengeluarkan darah, dianggap sudah tidak perawan atau pernah melakukan hubungan seks sebelumnya.

Menurut dr. Prima yang dikutip oleh wolipop.detik.com “Agar para suami tidak langsung kecewa atau naik pitam ketika pasangan mereka tidak berdarah saat malam pertama, pria sebaiknya membekali diri dengan ilmu yang benar. Yang pria perlu pahami adalah tidak selamanya perawan itu identik dengan berdarah atau tidak.

Mengenai keluarnya darah ini, dr. Prima menjelaskan, pendarahan bisa terjadi pada wanita dengan Miss. V yang sempit dan tidak mendapat pemanasan cukup. “Akhirnya robekannya luas, pas kena pembuluh darah arteri,” jelasnya.

“Pendarahan yang terjadi saat malam pertama ini umumnya bisa langsung berhenti dengan segera. Namun itu juga dengan catatan selama wanita tersebut memiliki pembekuan darah yang normal. Wanita yang menderita hemofilia biasanya sulit mengatasi pendarahan ini. Tapi biasanya kelainan hemofilia sudah diketahui sejak anak-anak, sehingga wanita dengan masalah tersebut sudah mempersiapkan diri dengan mengonsumsi obat”.

Untuk menghindari rasa sakit saat berhubungan seksual, kedua belah pihak haruslah saling mengerti. Pria jangan tergesa-gesa dan wanita sebaiknya mempersiapkan diri. Jangan lupa lakukan foreplay (pemanasan) mulai dari yang paling ringan seperti memeluk, mencium, menjilat, meraba, memijat dan sebagainya.

Semoga bermanfaat

Dikombinasikan dari berbagai sumber.