Bismillah…

mitos populer malam pertama hubungan intimTulisan ini adalah bagian terakhir dari seri Menikmati Malam Pertama, (Bagian 1: Adab-Adab Malam Pertama) dan (Bagian 2: Tidak Harus Sakit dan Berdarah!)

Sebagian besar pengantin baru begitu gugup mengahadapi malam pertama disebabkan mereka menghadapi sesuatu yang sama sekali baru dalam kehidupannya. Bagi sebagian orang, rasa gugup ini begitu hebatnya dikarenakan informasi yang mereka dapat mengenai malam pertama itu menakutkan.

Padahal tak jarang, anggapan tentang malam pertama ini ternyata salah. Bahkan, melakukan hubungan seks di malam pertama pun sebetulnya bukanlah sebuah keharusan. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah munculnya mitos-mitos yang secara tidak disadari dapat merugikan suami istri, bahkan bisa terjadi perceraian akibat meyakini mitos-mitos tersebut. Berikut ini adalah mitos-mitos tentang malam pertama yang sering beredar:

1. Berhubungan Seks Pertama Kali Selalu Menyakitkan

Banyak wanita takut berhubungan seks hanya karena ia tidak dapat membayangkan membiarkan penis pasangannya masuk ke dalam vagina. Ketakutan ini biasanya diperparah dengan informasi dari mereka yang mengalaminya di malam pertama mereka.

Rasa sakit biasanya terjadi karena respon seksual belum terjadi secara sempurna sehingga Miss V masih terlalu kencang dan belum siap menerima penetrasi. Ketika ada rangsangan, respon seksual yang terjadi adalah munculnya perlendiran serta pelunakan pada Miss V. Bila si V belum melunak tapi sudah dipenetrasi, akan timbul rasa sakit pada perempuan. Inilah yang menimbulkan rasa trauma. Selain itu, jika dipaksakan bisa membuat mulut rahim pecah.

Tips: Foreplay yang cukup adalah metode paling bagus untuk membuat seks pertama (tentu seks berikutnya juga) kurang menyakitkan. Dengan terangsang secara sempurna, bisa jadi rasa sakit akan kalah dengan rasa nikmatnya. Pelajari cara Foreplay di sini.

2. Malam Pertama Harus Berdarah (Darah Perawan)

Sebagian besar orang menganggap pendarahan merupakan tanda bahwa wanita masih perawan. Mitos ini sangat menyesatkan! Faktanya tidak semua wanita perawan berdarah di malam pertama.

Anggapan ini membuat banyak istri khawatir bila tidak mengeluarkan darah saat malam pertama, dan bisa menimbulkan kecurigaan pada suaminya. Bahkan yang lebih mengkhawatirkan, ada seorang suami yang langsung menceraikan istrinya dikarenakan tidak ada darah di malam pertama.

Padahal, ketika wanita mendapatkan respon seksual yang sempurna, praktis semua organ reproduksinya menjadi lentur. Bila hal ini terjadi, bukan tidak mungkin selaput dara (hymen) istri tetap utuh, bahkan sampai menjelang melahirkan. Justru yang bagus itu malam pertama tidak sakit dan tidak berdarah. Jika tidak berdarah, artinya si pria sudah bisa merangsang wanita dengan baik.

3. Malam Pertama Penentu keberhasilan.
Malam pertama sering dianggap sebagai penentu keberhasilan dalam berhubungan seks selanjutnya. Banyak orang beranggapan bahwa baik dan buruknya kehidupan seks rumah tangga ditentukan di malam pertama.

Ejakulasi dini atau rasa sakit pada wanita akan terbayang di malam-malam berikutnya. Pengalaman buruk di malam pertama memang mempengaruhi perasaan saat akan berhubungan seks lagi, tetapi malam pertama bukanlah penentu keberhasilan hubungan seks di malam selanjutnya.

4. Ejakulasi Dini Selalu terjadi di Malam Pertama.

Faktanya, ejakulasi dini tidak selalu terjadi saat malam pertama. Ejakulasi dini adalah masalah seksual pria yang tidak selalu terjadi di malam pertama. Ejakulasi dini terjadi jika gairah seks terlalu tinggi dan sulit dikontrol. Ejakulasi dini biasa terjadi di malam pertama tetapi malam pertama bukanlah penyebab terjadinya ejakulasi dini

5. Seks di Film Biru itu Ideal.

Belajar seks dari film biru bahkan tidak dianjurkan! karena adegan yang tampak di sana tidak urut, dibuat-buat dan seringkali menyalahi metode seks yang benar. Pada kenyataannya, masing-masing pihak butuh ketenangan, belaian yang tidak terburu-buru, dan penyelesaian psikologi yang baik. Apalagi, perempuan yang penuh dengan perasaan. Ada kalanya, sebelum berhubungan, sebagian perempuan ingin ngobrol dulu atau dibelai untuk merangsang dirinya. Perlu diketahui, respon seksual yang baik pada wanita harus lengkap, dan ini butuh waktu lama, yaitu sekitar 30 menit.

6. Mr. P Besar, Istri Puas.

Tak sedikit suami yang merasa khawatir tidak bisa memuaskan istrinya karena memiliki Mr. P yang kecil. Ia pun lalu menganggap, istrinya baru akan puas jika Mr. P nya berukuran besar.

Fakta: Ukuran Mr. P tidak menjadi patokan mutlak puasnya istri. Kerasnya Mr. P dan teknik dalam berhubungan seks itulah yang membuat istri puas. Bila Mr. P besar tetapi tidak bisa melakukan hubungan seks dengan baik dan “gampangan” (gampang keluar) bukan tidak mungkin justru kepuasan sang istri tidak diraih.

7. Menyobek Selaput Dara Pertanda Keberhasilan.

Faktanya, ini anggapan yang salah dan tidak saling berhubungan. Belum tentu selaput dara bisa sobek saat malam pertama. Justru menyobek selaput dara saat malam merupakan tanda terjadinya kegagalan respon seksual pada istri. Artinya, sebetulnya istri belum terangsang sempurna saat penetrasi terjadi.

8. Daging Kambing Meningkatkan Gairah.

Mitos ini begitu luas tersebar di masyarakat, bahkan saya adalah salah satu korbannya!
Yang benar, bukan daging kambing yang membuat gairah seks meningkat, melainkan bumbu-bumbu yang berasal dari rempah-rempah yang menyertainya ketika daging kambing itu dimasaklah yang meningkatkan gairah.

9. Pipis Setelah Berhubungan Seks Bisa Mencegah Kehamilan

Ada mitos bahwa jika seorang wanita buang air kecil segera setelah berhubungan seks, sperma bisa keluar dari saluran vagina sehingga mencegah kehamilan. Padahal faktanya, urine dikeluarkan melalui ureter (kandung kemih) sedangkan sperma tidak masuk rahim melalui kandung kemih. Sehingga tidak mungkin mencegah kehamilan hanya dengan cara buang air kecil setelah berhubungan seksual.

Demikian mitos-mitos tentang malam pertama. Semoga bermanfaat, terutama bagi Anda para pengantin baru dan para calon pengantin.

Salam hangat dan harmonis. Terima kasih.