Mitos Hubungan Intim di Malam Hari Raya Idul Fitri / Idul Adha

Banyak mitos yang beredar di masyarakat (juga di internet) yang dianggap kebenaran mengenai larangan-larangan berjima. Bahkan ada yang disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam (dianggap hadits)  Salah satunya mitos mengenai larangan berjima di malam Idul Adha yang bisa menyebabkan anak yang lahir akan memiliki jari tangan atau kaki yang tidak normal -berjumlah lebih atau kurang. (salah satu blog yang memuat hal ini adalah arbabulhija.blogspot.com).Benarkah ada larangan tersebut? Berikut ini jawabannya

Pertanyaan:

Ass. Wr. Wb.
Saya mau menanyakan kepastian hukum mengenai boleh atau tidak jika pasangan suami istri berhubungan badan dimalam takbir menjelang hari raya iedul fitri, apakah haram atau tidak? Mohon dijelaskan. Terimakasih atas perhatiannya.

Dari: Ibu Nunik (nuXXXXXX@yahoo.com)
Jawaban:

Alhamdulillah was shalatu was salam ‘ala Rasulillah

Pertanyaan semacam ini juga pernah disampaikan kepada rubrik Fatwa Islam : Sual-Jawab.

Isi pertanyaan:
Apa hukum hubungan badan pada malam hari raya atau siang harinya? (hukum hubungan pada dua hari raya: Idul Fitri dan Idul Adha). Di mana saya mendengar dari sebagian rekan bahwa itu tidak boleh.

Jawaban Syaikh Muhamamad Sholeh Munajed:

ما سمعته من بعض الإخوة الأصدقاء غير صحيح ، فالجماع ليلة العيد ويومه مباح ، ولا يحرم الجماع إلا في نهار رمضان ، وحال الإحرام بحج أو عمرة ، أو كانت المرأة حائضاً أو نفساء

Apa yang anda dengar dari sebagian teman anda itu tidak benar. Hubungan intim pada malam hari raya atau siang harinya hukumnya mubah. Dan tidak ada larangan hubungan intim kecuali ketika siang hari ramadhan (bagi yang wajib puasa), atau ketika ihram pada saat menjalankan haji atau umrah, atau ketika sang istri dalam kondisi haid atau nifas.
Allahu a’lam. [Fatwa Islam, no. 38224]

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Sumber: www.konsultasisyariah.com , Gambar: www.freeimages.com