penyakit sifilis syphilisSifilis (Syphilis) adalah penyakit yang digolongkan sebagai penyakit menular seksual, disebabkan oleh spiroketa treponema pallidum, subspesies pallidum, sejenis organisme sangat kecil dengan ujung tubuh yang lancip dan memiliki 6-14 spiral.

Organisme ini menyebar melalui kontak seksual dengan lesi (luka) infeksius yang mengandung  T.pallidum, seperti chancre (sejenis borok khas infeksi sifilis, biasanya terjadi pada infeksi pertama kali), luka pada membran mukosa, kemerahan yang menonjol pada kulit, atau kondiloma latum. Selain kontak seksual, sifilis juga diketahui dapat menyebar dari kontak personal yang erat dengan penderita yang menularkan penyakit, dari ibu ke bayi melalui plasenta, dan melalui transfusi darah.

Stadium klinis sifilis terbagi menjadi primer, sekunder, dan late, dengan diantarai masa laten yang biasanya cukup panjang dan tanpa gejala. Gejalanya dapat meliputi chancre, yang bisa didapati pada organ kelamin, anus, maupun di daerah mulut, pembesaran kelenjar getah bening terutama di lokasi dekat timbulnya chancre, penyakit kulit dan mukosa yang luas, bahkan bisa menyerang sistem saraf (neurosifilis), mata dan jantung.

Solusi penanganan sifilis di antaranya adalah:

– Meninggalkan sama sekali perilaku seksual diluar nikah, atau perilaku seksual menyimpang lainnya, semisal homoseksual atau lesbian.

– Pada seluruh stadium penyakit, sifilis biasanya diterapi menggunakan jenis obat benzathine penicillin, suatu antibiotik yang dilepaskan dan diserap secara bertahap ke dalam darah dari lokasi pemberiannya. Namun dosisnya bervariasi bergantung pada stadium klinis penyakit dan keparahannya. Sebagai contoh, infeksi primer, sekunder, atau laten pada fase awal (< 1 tahun) dapat diberikan injeksi Benzathine penicillin G sebanyak 2,4 juta unit dengan lokasi penyuntikan di dalam otot (Intra muscular/IM), sekali injeksi saja. Sedangkan infeksi laten > 1 tahun, terlebih infeksi yang melibatkan sistem saraf, memerlukan terapi lebih lanjut. Jika alergi pada penisilin, dapat diganti baik dengan jenis antibiotik Azithromycin, Doxicyclin, maupun injeksi Ceftriaxone, tentunya pemberiannya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten di bidangnya.

Demikian beberapa hal mengenai penyakit sifilis (syphilis), semoga bermanfaat.

Sumber: 

dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com)

 gambar: www.bio-rad.com