tips memilih lubrikan amanVagina yang kering saat berhubungan seksual bisa menyebabkan rasa sakit. Juga, kurangnya pelumas ini menjadi salah satu penyebab sulitnya wanita mencapai orgasme.

Untuk mengatasi masalah tersebut, penggunaan pelumas tambahan berupa cairan lubrikan bisa menjadi solusinya. Dengan lubrikan, gesekan pada vagina yang mungkin terjadi saat stimulasi dapat dikurangi. Selain itu, produk-produk lubrikasi juga bisa memberi sensasi kenikmatan yang lebih tinggi saat penetrasi seks.

Cairan lubrikan terbagi menjadi tiga jenis; berbahan dasar silikon, minyak dan air. Pertanyaannya, mana lubrikan yang lebih baik? Hal itu tergantung dari apa yang Anda inginkan atau butuhkan saat berhubungan seks. Setiap jenis lubrikan punya karakter yang cukup berbeda.

1. Lubrikan Berbahan Dasar Air

Paling populer dan banyak dipasarkan. Biasanya mudah dibersihkan, cukup dibilas dengan air setelah berhubungan seks. Lubrikan jenis ini lebih nyaman digunakan. Namun harus diaplikasikan berulang kali jika menginginkan kelembaban ekstra, karena sifatnya mudah terserap ke permukaan kulit. Dan uniknya, ketika lubrikan ini mulai mengering dan lengket atau anda ingin membuatnya lebih cair dan licin, Anda hanya tinggal meneteskan air di daerah yang diinginkan. Lubrikan jenis ini juga aman untuk yang memakai kondom lateks karena tidak merusaknya. Beberapa merek lubrikan berbahan dasar air diantaranya: Durex Play, Vigel, Fiesta, dan Astroglide

2. Lubrikan Berbahan Dasar Silikon

Teksturnya lebih tebal, tidak cepat kering dan tidak bisa terserap kulit atau masuk ke dalam tubuh. Lubrikan silikon bisa tahan lama di atas permukaan kulit dan menyediakan kelembaban lebih lama. Jenis ini cocok bagi Anda yang ingin mencoba berhubungan intim di bawah air. Karena sifatnya water resistant, untuk membersihkannya diperlukan air dan sabun.

Yang perlu diperhatikan, lubrikan ini sangat licin sehingga cukup berbahaya bila tercecer di lantai kamar mandi atau kolam.

3. Lubrikan Berbahan Dasar Minyak

Bisa dibilang cukup baik karena tidak terlalu basah atau lengket. Namun karena terbuat dari minyak, lubrikan ini agak sulit dicuci setelah menempel pada vagina dan seringkali membuat wanita tidak nyaman.  Lubrikan minyak juga bisa mengurangi kualitas sperma, sehingga kurang tepat bagi suami-istri yang mendambakan kehamilan.

Hati-hati, Lubrikan oil-based ini dapat menyebabkan kondom berbahan dasar latex bisa robek. Sehingga saat menggunakan oil-based lubricant, kondom yang cocok adalah yang berbahan dasar polyurethane.

 

Meskipun ketiganya cenderung aman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Sejumlah bahan dalam cairan pelumas bisa menyebabkan gatal-gatal dan rasa terbakar. Biasanya terjadi pada kulit sensitif, atau ada reaksi alergi. Jika Anda merasakan gejala tersebut, segera hentikan penggunaan. Beberapa lubrikan juga bisa memicu infeksi, biasanya yang mengandung gliserin. Jadi, perhatikan benar-benar informasi bahan yang ada di kemasan sebelum membeli.

Terima kasih. Semoga bermanfaat. Salam Harmonis

Sumber: health.liputan6.com , wolipop.detik.com , www.vemale.com , Gambar : www.sxc.hu