agar wanita berhasil orgasme

image: www.sxc.hu

Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas mengenai teknik memberikan orgasme, baik orgasme klitoris ataupun orgasme G-spot. Di sini, kita akan lebih fokus dan lebih detail tentang apa yang harus dan jangan dilakukan di saat pre-orgasme dan saat orgasme.

PRE-ORGASME: Apa yang Harus dan Jangan Anda Lakukan.

Sesaat sebelum istri Anda orgasme, Anda akan melihat dan merasakan nafasnya betambah dalam dan berat, keringat yang bertambah, vagina berkontraksi (menjepit) lebih sering, dan tubuhnya mulai tegang. Ini adalah masa transisi dari fase terangsang dan tegang menjadi lebih tegang dan akan segera melepaskan ketegangannya melalui orgasme.

Banyak wanita yang mengalami ketegangan seksual hanya sampai pada fase “Pre-Orgasme”. Hasrat dan ketegangan seksual mereka terbangun sampai pada saat satu langkah lagi untuk mencapai orgasme… namun hal tersebut hilang begitu saja! Orgasme tidak diraihnya. Jangan sampai ini terjadi pada istri Anda.

Bagai para suami, ada beberapa hal yang sangat penting yang harus Anda perhatikan pada saat pre-orgasme, diantaranya:

1. Pertahankan Stimulasi/ Rangsangan yang Anda Lakukan.

Stimulasi apapun yang Anda lakukan terhadap istri Anda (merangsang klitoris ataupun G-Spot), pertahankan dan stabilkan apa yang sedang Anda lakukan… jangan dirubah! Pertahankan sentuhan, kecepatan, irama dan tekanan yang Anda lakukan.

Sesaat sebelum orgasme, biasanya kita (baik suami ataupun istri) akan mempercepat, memperlambat, atau bahkan menghentikan stimulasi ketika selangkah lagi menuju orgasme. Jangan lakukan itu. Teruskan stimulasi yang anda lakukan ( yang memang berhasil membuat dia ke masa pre-orgasme). Orgasme akan terjadi jika Anda mempertahankan stimulasi yang Anda lakukan.

2. Jangan Ganti Posisi.

Apapun yang anda lakukan, merangsangnya dengan jari ataupun melakukan penetrasi, sesaat sebelum dia orgasme biasanya dia ingin pindah dan merubah posisinya. Tahan dia!

Stimulasi yang Anda lakukan seakan-akan membuat dia menerima begitu banyak ketegangan seksual, dan dia ingin melepaskan ketegangan tersebut. Terkadang, sang istri menggeliat, dan bergerak kesana-kemari untuk melepaskan “kenikmatan” yang dia rasakan.Yang Anda harus lakukan adalah melepaskan ketegangannya dengan proses orgasme.

Jika posisinya berubah di fase ini, ketegangan dan kenikmatan seksual yang dia rasakan akan berhenti. Seringkali Anda harus mengulangnya dari awal untuk membuatnya sampai pada fase ini lagi. Ini bukan yang Anda (atau dia) ingin kan? Anda ingin membawanya ke puncak orgasme.

3. Ajak Dia Untuk “Melepaskannya”

Ketika anda tahu bahwa istri anda sangat dekat dengan orgasme, Anda harus mengajaknya untuk melepaskan apa yang dia rasakan, dan jangan menahan perasaan tersebut.

Ada kemungkinan dia merasa seperti ingin pipis ketika anda merangsang G-spot nya. Jika dia tetap menahannya, dia akan menahannya seperti dia menahan pipis, dan kemungkinan dia tidak akan mencapai orgasme. Dia harus tenang, dan merasa nyaman walaupun dia memang mengeluarkan cairan dari vaginanya (ini sebetulnya bukan cairan urin)

4. Pastikan Dia Tidak Menahan Nafasnya.

Terakhir, lihatlah dia, pastikan dia tidak menahan nafasnya. Jika dia ingin merasakan orgasme, dia harus bernafas. Terkadang dia tidak menyadari ini (menahan nafasnya). Jika anda menyadari bahwa dia terbiasa menahan nafasnya pada fase puncak ini, bimbinglah dia, katakan padanya untuk mengambil nafas yang dalam dengan perlahan.

SAATNYA ORGASME

Ketika dia mencapai orgasme, tanda utama yang akan Anda lihat adalah tubuhnya kejang dan bergetar. Dan yang paling penting, otot vaginanya berkontraksi (menjepit)

Lagi… Pertahankan Stimulasi Yang Sedang Anda Lakukan

Pertahankan stimulasi/rangsangan apapun yang Anda lakukan yang membuatnya berhasil mencapai orgasme. Anda ingin agar sang istri mengeluarkan semua orgasme yang dia punya, kan?

Juga, dengan terus melakukan stimulasi ketika dia orgasme, dia akan mengalami orgasme yang kuat dibandingkan jika anda langsung menghentikan stimulasi.

Waktu untuk menghentikan stimulasi adalah ketika orgasmenya sudah sempurna, dan kekejangan dan getaran tubuhnya sudah berakhir.

Demikian tips lebih detail mengenai langkah sukses membuat sang istri tercinta mengalami orgasme dengan sempurna. Saran, kritik, dan komentar Anda sangat kami nantikan.

Terima kasih. Semoga bermanfaat. Salam harmonis.

Sumber : Dikutip dan diterjemahkan secara bebas dari “Female Orgasm Black Book” karya Lee Jenkins