ketika puasa ramadhan batal karena bercumbuDari tulisan terdahulu disimpulkan bahwa orang yang mencumbu istrinya hingga keluar mani, puasanya batal. Nah, jika dia melakukannya di pagi hari, apakah dia tetap melanjukan puasanya – tidak makan, minum ataukah dia boleh sarapan, karena puasanya batal?

Jawaban:

Dalam kitab Al-Fiqh ‘ala Al-Madzahib Al-Arba’ah (Fikih empat Madzhab) dinyatakan,

من فسد صومه في أداء رمضان وجب عليه الإمساك بقية اليوم تعظيما لحرمة الشهر فإذا داعب شخص زوجه أو عانقها أو قبلها أو نحو ذلك فأمنى فسد صومه وفي هذه الحالة يجب عليه الإمساك بقية اليوم ولا يجوز له الفطر

Orang yang membatalkan puasa ketika menjalankan puasa wajib ramadhan, dia wajib menahan diri dari makan dan minum di sisa harinya (sampai maghrib), sebagai bentuk pengagungan terhadap kemuliaan bulan ramadhan. Karena itu, ketika ada orang yang bercumbu dengan istrinya atau memeluknya atau menciumnya atau semacamnya, hingga keluar mani maka puasanya batal dan dalam keadaan ini, dia wajib tidak makan, tidak minum di sisa harinya, dan tidak boleh berbuka (hingga maghrib). (Al-Fiqh ‘ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, 1/909).

Demikian, semoga bermanfaat. Allahu a’lam

 

Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/berpelukan-hingga-keluar-mani-ketika-puasa/